Kamis, 30 Juli 2026
Pintu Kerahiman Masih Terbuka
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Demikianlah pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang-orang jahat dari orang-orang benar.”Matius 13:49 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Sebelum Aku datang sebagai Hakim yang adil, lebih dahulu Aku akan membuka lebar-lebar pintu kerahiman-Ku. Dia yang tidak mau masuk melalui pintu kerahiman-Ku harus masuk melalui pintu keadilan-Ku. (BHSF No. 1146)”
Buku Harian Santa Faustina
Perumpamaan tentang pukat mengingatkan kita bahwa hidup ini sedang menuju kepada suatu akhir. Kelak akan tiba saat ketika Tuhan memisahkan yang baik dari yang jahat. Bukan karena Allah ingin menghukum, melainkan karena keadilan-Nya akan menyatakan siapa yang sungguh memilih hidup bersama-Nya.
Namun sebelum hari itu tiba, Yesus memberikan kabar yang penuh harapan melalui Santa Faustina: pintu kerahiman masih terbuka lebar. Bahkan bagi pendosa yang paling besar sekalipun, Tuhan tidak menutup jalan kembali. Sebaliknya, Ia mengundang setiap jiwa untuk datang dengan penuh kepercayaan kepada belas kasih-Nya.
Sering kali kita menunda pertobatan karena merasa masih ada waktu atau karena menganggap dosa kita terlalu besar untuk diampuni. Padahal, selama kita masih hidup, Tuhan terus mencari kita dan menanti kita kembali. Yang berbahaya bukanlah besarnya dosa, melainkan hati yang menolak kerahiman Allah.
Yesus tidak menghendaki seorang pun binasa. Ia menghendaki agar setiap orang memanfaatkan masa rahmat ini untuk bertobat, memperbarui hidup, mengampuni sesama, dan semakin setia kepada kehendak-Nya. Dengan demikian, ketika saat penghakiman tiba, kita tidak hidup dalam ketakutan, tetapi dalam sukacita karena telah tinggal dalam kerahiman-Nya.
Hari ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: Apakah aku sudah masuk melalui pintu kerahiman Yesus, atau masih menunda pertobatan? Selama pintu itu masih terbuka, marilah kita datang kepada-Nya dengan rendah hati dan penuh harapan.
Pesan untuk Kita
• Jangan menunda pertobatan karena masa kerahiman tidak berlangsung selamanya.
• Percayalah bahwa tidak ada dosa yang lebih besar daripada kerahiman Allah jika kita sungguh bertobat.
• Hiduplah setiap hari dalam kasih, pertobatan, dan pengharapan agar siap menyambut Tuhan kapan pun Ia datang.
• Setelah menerima kerahiman Tuhan, jadilah pribadi yang juga murah hati dan penuh belas kasih kepada sesama.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih karena Engkau masih membuka pintu kerahiman-Mu bagi kami. Jangan biarkan kami menunda pertobatan atau mengeraskan hati terhadap panggilan kasih-Mu. Berilah kami rahmat untuk selalu percaya kepada belas kasih-Mu, meskipun kami lemah dan berdosa. Bentuklah hati kami agar semakin menyerupai hati-Mu: rendah hati, penuh kasih, dan siap mengampuni. Semoga ketika tiba saat kami menghadap-Mu, kami ditemukan setia hidup dalam kerahiman-Mu dan diperkenankan menikmati sukacita abadi bersama-Mu. Santa Faustina, doakanlah kami
Amin.
