Rabu, 29 Juli 2026
Di Tengah Kegelapan, Tetaplah Percaya
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”Yohanes 11:25 (Alkitab Terjemahan Baru)
“O jiwa yang tenggelam dalam kegelapan, jangan putus asa. Tidak segalanya hilang. Datanglah dan percayalah kepada Allahmu; Dia adalah Sang Kasih dan Sang Kerahiman. (BHSF no. 1486)”
Buku Harian Santa Faustina
Kehilangan Lazarus membuat Marta diliputi kesedihan. Namun, di tengah air mata dan dukanya, Yesus datang membawa harapan. Ia tidak hanya menghibur Marta, tetapi juga mengungkapkan jati diri-Nya sebagai Kebangkitan dan Hidup. Lalu Yesus mengajukan satu pertanyaan yang juga ditujukan kepada kita, "Percayakah engkau akan hal ini?"
Seruan yang sama kita dengarkan dalam Buku Harian Santa Faustina. Yesus memanggil setiap jiwa yang tenggelam dalam kegelapan agar tidak menyerah pada keputusasaan. Sebaliknya, Ia mengundang kita datang kepada-Nya, karena kasih dan kerahiman-Nya sanggup memulihkan hati yang terluka dan membangkitkan harapan yang hampir padam.
Sering kali "kematian" yang kita alami bukan hanya kematian jasmani, tetapi juga matinya harapan, semangat, sukacita, atau damai karena persoalan hidup. Pada saat seperti itulah Yesus hadir, bukan untuk langsung menghapus semua penderitaan, melainkan untuk meneguhkan iman kita agar tetap percaya bahwa tidak ada keadaan yang terlalu gelap bagi kerahiman-Nya.
Iman Marta menjadi teladan bagi kita. Meski belum melihat mukjizat, ia tetap berkata, "Ya, Tuhan, aku percaya." Pengakuan iman inilah yang membuka jalan bagi karya Allah. Ketika kita memilih percaya, kita memberi ruang bagi Yesus untuk berkarya dengan cara dan waktu-Nya yang terbaik.
Pesan untuk Kita :
• Jangan biarkan keputusasaan menguasai hati, sebab Yesus adalah sumber harapan dan kehidupan.
• Datanglah kepada Yesus dengan segala luka, kegagalan, dan air mata, karena kerahiman-Nya tidak pernah menolak jiwa yang percaya.
• Belajarlah meneladani Marta: tetap percaya kepada Tuhan meskipun belum melihat jawaban atas doa-doa kita.
• Percaya kepada Kristus berarti yakin bahwa kasih-Nya selalu mampu membangkitkan apa yang terasa telah mati dalam hidup kita.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkaulah Kebangkitan dan Hidup. Di saat hati kami diliputi ketakutan, kesedihan, atau keputusasaan, ajarlah kami untuk tetap berkata seperti Marta, "Ya Tuhan, aku percaya."
Jangan biarkan kami tenggelam dalam kegelapan, tetapi tuntunlah kami untuk selalu datang kepada-Mu, sumber kasih dan kerahiman yang tak berkesudahan. Bangkitkan kembali harapan yang mulai padam, kuatkan iman kami dalam setiap pencobaan, dan jadikan hidup kami sebagai kesaksian bahwa Engkau senantiasa setia kepada mereka yang berharap kepada-Mu.
Santa Faustina, doakanlah kami agar kami semakin percaya kepada Kerahiman Tuhan
Amin.
