Selasa, 28 Juli 2026
Kerahiman yang Tak Pernah Lelah Memanggil
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“Demikianlah pada akhir zaman. Para malaikat akan datang dan memisahkan orang jahat dari orang benar.”Matius 13 : 49 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Jangan tenggelam dalam kepapaanmu... datanglah ke mata air kerahiman untuk menguatkan jiwamu. ( BHSF N0. 1486)”
Buku Harian Santa Faustina
Dalam Injil, Yesus menjelaskan bahwa gandum dan lalang dibiarkan tumbuh bersama hingga musim panen. Allah tidak terburu-buru menghakimi karena Ia masih memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bertobat.
BHSF 1486 memperlihatkan betapa panjang sabarnya Tuhan. Bahkan ketika jiwa terus menolak-Nya, Yesus tidak berhenti memanggil: "Datanglah dan percayalah kepada Allahmu." Ia memberikan rahmat demi rahmat, bahkan rahmat terakhir, agar jiwa tidak binasa.
Namun, kerahiman Allah tidak memaksa. Pada akhirnya, manusialah yang harus memutuskan: membuka hati kepada kasih Tuhan atau tetap menutup diri dalam keputusasaan dan cinta diri. Karena itu, masa hidup ini adalah waktu yang sangat berharga—waktu untuk kembali kepada Tuhan sebelum tiba "musim panen", saat setiap orang mempertanggungjawabkan hidupnya.
Yang paling melukai Hati Yesus bukan pertama-tama dosa kita, tetapi ketika kita meragukan kerahiman-Nya. Sebesar apa pun dosa kita, Hati Yesus tetap terbuka bagi siapa saja yang mau datang dengan rendah hati.
Pesan untuk kita • Jangan pernah berputus asa karena dosa atau kegagalan kita. Selalu ada jalan kembali kepada Hati Yesus. • Jangan menunda pertobatan. Waktu sekarang adalah masa kerahiman; penghakiman akan datang pada waktu yang ditetapkan Allah. • Jadilah "gandum" yang menghasilkan buah kasih, pengampunan, dan kerendahan hati, sehingga hidup kita memuliakan kerahiman Tuhan.
Doa Penutup
Tuhan Yesus Yang Maharahim, terima kasih karena Engkau tidak pernah lelah memanggilku kembali, bahkan ketika aku jatuh dan menjauh dari-Mu. Jangan biarkan aku tenggelam dalam keputusasaan atau meragukan kasih-Mu. Berilah aku hati yang rendah, mau bertobat, dan setia hidup dalam rahmat-Mu. Semoga pada saat Engkau datang dalam kemuliaan-Mu, aku ditemukan sebagai gandum yang berbuah dan layak masuk ke dalam Kerajaan Bapa. Santa Faustina doakanlah kami,
Amin.
