Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Senin, 27 Juli 2026

Dari yang Kecil, Menjadi Berkat bagi Banyak Jiwa

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Dari yang Kecil, Menjadi Berkat bagi Banyak Jiwa
“Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi... memang biji itu yang paling kecil, tetapi apabila sudah tumbuh, lebih besar daripada sayuran yang lain.”Matius 13 : 16 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Rahmat yang Aku berikan kepadamu bukan untuk dirimu sendiri, tetapi juga untuk sejumlah besar jiwa lain." (BHSF 723)”

Buku Harian Santa Faustina

Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah bertumbuh seperti biji sesawi dan bekerja seperti ragi. Keduanya tampak kecil dan tidak mencolok, namun memiliki daya untuk menghasilkan perubahan yang besar. Demikianlah cara Allah berkarya: dalam kesederhanaan, keheningan, dan kesetiaan.

Pesan yang sama kita temukan dalam BHSF 723. Yesus berkata kepada Santa Faustina bahwa rahmat yang diterimanya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk membawa banyak jiwa kepada Kerahiman Allah. Rahmat tidak boleh disimpan, melainkan dibagikan melalui kehidupan yang mencerminkan kasih, pengampunan, dan belas kasih Tuhan.

Sering kali kita merasa bahwa doa kita terlalu sederhana, pelayanan kita terlalu kecil, atau kesaksian hidup kita tidak berarti. Namun Yesus mengingatkan bahwa justru dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan kasih, Kerajaan Allah bertumbuh. Senyum yang tulus, doa bagi sesama, kesediaan mengampuni, dan kesetiaan menjalankan kehendak Tuhan dapat menjadi "biji sesawi" yang membawa banyak orang semakin dekat kepada-Nya.

Marilah kita tidak pernah meremehkan rahmat yang Tuhan percayakan kepada kita. Bila kita hidup dalam Kerahiman-Nya dan membagikannya kepada sesama, hidup kita akan menjadi saluran berkat bagi banyak jiwa.

Pesan untuk kita • Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil yang kita lakukan demi Tuhan. • Rahmat yang kita terima bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk dibagikan kepada sesama. • Percayalah bahwa Kerahiman Allah mampu mengubah hati manusia, bahkan ketika prosesnya tidak terlihat. • Jadilah "biji sesawi" dan "ragi" yang menghadirkan kasih Kristus di mana pun kita berada.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih atas rahmat-Mu yang setiap hari Kaucurahkan dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk tidak meremehkan hal-hal kecil yang kami lakukan demi kemuliaan-Mu. Semoga setiap doa, setiap tindakan kasih, dan setiap pengorbanan yang kami persembahkan menjadi benih Kerajaan-Mu yang bertumbuh dan menghasilkan buah bagi banyak jiwa.

Jadikanlah kami saluran Kerahiman-Mu, sehingga melalui hidup kami, orang lain dapat mengenal kasih-Mu, menemukan harapan, dan mengalami damai-Mu. Kami percaya, siapa pun yang berharap kepada kerahiman-Mu tidak akan binasa, sebab Engkau sendiri akan memelihara dan membimbingnya. Santa Faastina, doakanlah kami

Amin.