Jumat, 24 Juli 2026
Mendengarkan Suara Tuhan dalam Relung Hati
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“"Adapun yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah..."”Matius 13 : 16 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Kalau saja jiwa-jiwa mau mendengarkan suara-Ku ketika Aku berbicara dalam relung hati mereka, dalam waktu yang singkat mereka dapat mencapai puncak kesucian (BHSF No. 584)”
Buku Harian Santa Faustina
Yesus mengumpamakan hati manusia sebagai tanah tempat benih Sabda Allah ditaburkan. Benih itu selalu baik, tetapi hasilnya bergantung pada kesiapan hati yang menerimanya. Ada hati yang keras sehingga Sabda mudah hilang, ada yang menerima dengan gembira tetapi tidak bertahan dalam pencobaan, ada pula yang terhimpit oleh kekhawatiran dan godaan dunia. Hanya hati yang terbuka dan tekunlah yang mampu menghasilkan buah yang berlimpah.
Dalam BHSF No. 584, Yesus mengajarkan Santa Faustina bahwa merenungkan sabda-Nya di dalam relung hati membawa manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar membaca banyak buku. Tuhan tidak hanya berbicara melalui Kitab Suci, tetapi juga dalam keheningan hati yang mau mendengarkan-Nya.
Sering kali kita ingin mendengar suara Tuhan, tetapi hati kita dipenuhi oleh kesibukan, kecemasan, dan berbagai suara dunia. Padahal, Tuhan berbicara dengan lembut kepada jiwa yang menyediakan waktu untuk diam di hadapan-Nya. Dari keheningan itulah Sabda Allah berakar, mengubah hidup, dan menghasilkan buah kasih, pengampunan, kerendahan hati, serta kesetiaan.
Marilah kita menjadi tanah yang subur, yang bukan hanya mendengar firman, tetapi juga merenungkannya dan melaksanakannya setiap hari. Dengan demikian, hidup kita akan semakin serupa dengan Kristus dan bertumbuh menuju kekudusan.
Untuk kita renungkan : Jangan hanya mendengarkan Sabda Tuhan dengan telinga, tetapi simpanlah dalam hati, renungkanlah dalam doa, dan hiduplah sesuai kehendak-Nya. Hati yang terbuka dan setia mendengarkan suara Tuhan akan menghasilkan buah-buah kekudusan yang memuliakan Allah.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, terima kasih atas Sabda-Mu yang selalu Engkau taburkan dalam hati kami. Jadikanlah hati kami tanah yang subur, yang siap menerima, merenungkan, dan menghidupi firman-Mu. Jauhkanlah kami dari segala hal yang menghalangi pertumbuhan iman kami. Semoga melalui keheningan bersama-Mu, kami semakin peka mendengarkan suara-Mu dan menghasilkan buah kasih dalam kehidupan sehari-hari. Bimbinglah kami menuju kekudusan yang Engkau kehendaki. Santa Faustina, doakanlah kami
Amin.
