Kamis, 23 Juli 2026
Hati yang Sederhana Mampu Mengenal Misteri Allah
oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

“"Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar."”Matius 13 : 16 (Alkitab Terjemahan Baru)
“Dan tiba-tiba, Bayi Yesus tampak di hadapanku, bersinar-sinar memancarkan keindahan. Ia memberitahukan kepadaku betapa Allah sangat berkenan akan kesederhanaan dalam suatu jiwa. “Meskipun keagungan-Ku melampaui segala pengertian, aku menyatukan diri-Ku hanya dengan mereka yang kecil. Aku menuntut darimu semangat seorang anak.” (BHSF 332)”
Buku Harian Santa Faustina
Dalam Injil hari ini (Mat. 13:10–17), Yesus menjelaskan mengapa Ia mengajar dengan perumpamaan. Tidak semua orang mampu memahami misteri Kerajaan Allah. Bukan karena Tuhan ingin menyembunyikannya, tetapi karena banyak hati telah menjadi tumpul, enggan mendengar, dan tertutup terhadap karya-Nya. Sebaliknya, para murid diberi rahmat untuk melihat dan mendengar karena mereka datang kepada Yesus dengan hati yang terbuka.
Pesan ini diperdalam dalam Buku Harian Santa Faustina No. 332. Yesus menampakkan diri sebagai Bayi yang bercahaya dan berkata, "Allah sangat berkenan akan kesederhanaan dalam suatu jiwa... Aku menyatukan diri-Ku hanya dengan mereka yang kecil. Aku menuntut darimu semangat seorang anak."
Ternyata, untuk memahami rahasia Allah tidak dibutuhkan kepandaian semata, tetapi hati yang sederhana, rendah hati, dan penuh kepercayaan seperti seorang anak. Hati seperti inilah yang mudah dibentuk, mau mendengarkan, dan siap menerima kehendak Tuhan.
Untuk kita renungkan : Di tengah dunia yang penuh kesibukan dan suara yang saling bersaing, kita mudah merasa sudah tahu segalanya sehingga tidak lagi peka terhadap suara Tuhan. Injil hari ini mengajak kita memeriksa diri: apakah mata dan telinga rohani kita masih terbuka? Apakah hati kita masih sederhana sehingga Tuhan dapat berbicara kepada kita?
Semakin kita merendahkan hati di hadapan Tuhan, semakin Ia membuka mata kita untuk melihat karya-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Marilah kita datang kepada Yesus dengan semangat seorang anak: percaya, rendah hati, dan siap belajar. Dengan hati seperti itulah kita akan mengenal misteri Kerajaan Allah dan mengalami kasih Kerahiman-Nya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang Maharahim, anugerahkanlah kepada kami hati yang sederhana, rendah hati, dan penuh kepercayaan seperti seorang anak. Bukalah mata dan telinga rohani kami agar kami mampu mengenali kehadiran-Mu, memahami Sabda-Mu, dan melaksanakan kehendak-Mu dalam hidup kami. Jauhkanlah kami dari hati yang keras dan penuh kesombongan. Semoga setiap hari kami semakin dekat kepada-Mu dan semakin layak menerima terang Kerajaan-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan dan Juruselamat kami, kini dan sepanjang segala masa. Santa Faustina doakanlah kami
Amin.
