Logo Komunitas Kerahiman IlahiKerahiman IlahiKomunitas · Paroki Karawaci

Selasa, 21 Juli 2026

Hidup Dalam Kehendak Allah

oleh Brigitta Dwiyana Taurisia

Hidup Dalam Kehendak Allah
“"Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."”Matius 12:50 (Alkitab Terjemahan Baru)

“Aku ingin agar engkau hidup menurut kehendak-Ku dalam lubuk jiwamu yang paling rahasia. (Buku Harian, no. 443)”

Buku Harian Santa Faustina

Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan pengertian baru tentang keluarga. Bukan ikatan darah yang menjadikan seseorang dekat dengan-Nya, melainkan hati yang melakukan kehendak Bapa. Kedekatan sejati dengan Yesus lahir dari ketaatan dan kesetiaan kepada kehendak Allah.

Sabda ini selaras dengan pengalaman Santa Faustina dalam BHSF No. 443, ketika Yesus berkata, "Aku ingin agar engkau hidup menurut kehendak-Ku dalam lubuk jiwamu yang paling rahasia." Tuhan menghendaki bukan hanya tindakan lahiriah, tetapi hati yang sepenuhnya menyerahkan diri kepada kehendak-Nya. Bahkan melalui imam dalam Sakramen Tobat, Tuhan meneguhkan kembali pesan yang sama. Ini menunjukkan bahwa kehendak Allah sering kali dinyatakan melalui Gereja dan harus diterima dengan iman.

Untuk kita renungkan :

Sering kali kita ingin Tuhan mengikuti rencana kita. Namun Yesus mengundang kita untuk bertanya, "Tuhan, apa yang Engkau kehendaki dariku hari ini?" Melaksanakan kehendak Allah dimulai dari hal-hal sederhana: mengampuni, mengasihi, setia pada tugas, sabar menghadapi kesulitan, dan tetap berbuat baik meski tidak dihargai.

Semakin kita hidup menurut kehendak Allah, semakin kita menjadi keluarga Yesus. Di situlah damai sejati bertumbuh, karena kita hidup bukan menurut kemauan sendiri, melainkan menurut kehendak-Nya yang selalu membawa kebaikan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang Maharahim, ajarlah kami untuk mengenal dan mencintai kehendak-Mu. Bentuklah hati kami agar senantiasa taat, bahkan ketika kehendak-Mu berbeda dengan keinginan kami. Semoga dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan, kami semakin layak disebut saudara, saudari, dan ibu-Mu, karena kami berusaha melakukan kehendak Bapa. Jadikanlah kami saksi Kerahiman-Mu di tengah dunia. Amin. Santa Faustina, doakanlah kami

Amin.